![]() View Full-Size Image |
PARATROOPS; Pasukan Penyergap dari Udara |
|
|
Price per Unit (piece):
Call for Pricing
|
||
| Ask a question about this product | ||
Penulis: Nugroho Hariadi Salah satu dari unit tersebut melakukan aksi yang cukup mengejutkan. Mereka melakukan penyerbuan sangat mendadak. Dengan berlari, menembak, kemudian menghancurkan salah satu obyek milik lawan. Dengan perhitungan tepat dan terarah, akhirnya serangan kilat sekelompok orang ini berhasil menguasai sarang musuh yang cukup vital. Merekalah paratrooper, atau pasukan penerjun payung. Pembentukan pasukan ini tak lepas dari gagasan Hermann Goering, sesaat setelah melihat aksi terjun payung pasukan infantri UniSoviet-Parashyutno Desantniy Otryad (PDO), di Ukraina tahun 1935. Fallschirmjager, adalah pasukan penerjun payung yang kelak dibentuk Goering. Dan, karena aksi perdana Fallschirmjager yang berujung kesuksesan dalam merebut benteng Eben Emael pada tahun 1941, Amerika Serikat yang awalnya skeptis terhadap pasukan payung akhirnya tertarik membentuknya. Muncullah 101st serta 82st Airbone Division, dimana mereka bersama pasukan parasut Inggris banyak berperan ketika Perang Dunia II hampir berakhir. Kesuksesan aksi pasukan lintas udara selama Perang Dunia II, kiranya menjadi inspirasi tersendiri bagi Indonesia. Dari hal tersebut lahir Pasukan Gerak Tjepat (PGT) yang di kemudian waktu menjadi Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) AU. Selain PGT, dari matra lain seperti Angkatan Darat (AD) juga hadir pasukan dari kesatuan lintas udara (Linud) semisal dari Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Operasi lintas udara yang pernah dilakukan pun tak kalah sukses saat Perang Dunia II, sebut saja Operasi Trikora di Irian Barat dan Operasi Seroja di Timor Timur. Bahkan karena kemampuan Indonesia dalam melakukan operasi lintas udara, yang bisa dibilang mustahil dilakukan, kekuatan militer Indonesia selalu diperhitungkan negara-negara asing. Terlebih Indonesia masuk dalam jajaran negara berkembang. |
||
|
|
||
Customer Reviews:There are yet no reviews for this product.Please log in to write a review. |
||
Recently Viewed Products
- Infanteri; The Backbone of The Army (Category: Kemiliteran)
- Yuwie, Banyak Teman Banyak Rejeki! (Category: Internet)
- Twitter Facebook mah Kuno (Category: Internet)
- Transaksi di Internet Tanpa Kartu Kredit dengan Menggunakan Payp (Category: Internet)
- Tips dan Trik Menguasai SEO Search Engine Optimization (Category: Internet)

























