PDFPrintE-mail


PARATROOPS; Pasukan Penyergap dari Udara
View Full-Size Image


PARATROOPS; Pasukan Penyergap dari Udara

Price per Unit (piece): Call for Pricing

Ask a question about this product

Penulis: Nugroho Hariadi
Ukuran: 15,5 x 23 cm
Tebal: 124 hlm
Penerbit: Mata Padi Pressindo
ISBN: 978-602-95337-9-8
Harga: Rp 35.000

Saat itu kaki telah menyentuh bumi, sekelompok manusia yang awalnya melayang-layang di udara, akhirnya melepaskan parasut dari badan mereka. Tak lama kemudian, senapan serbu yang sebelumnya tersimpan rapi dalam tas sudah ada di genggaman. Mereka kemudian menyebar ke segala penjuru dalam beberapa kelompok kecil.

Salah satu dari unit tersebut melakukan aksi yang cukup mengejutkan. Mereka melakukan penyerbuan sangat mendadak. Dengan berlari, menembak, kemudian menghancurkan salah satu obyek milik lawan. Dengan perhitungan tepat dan terarah, akhirnya serangan kilat sekelompok orang ini berhasil menguasai sarang musuh yang cukup vital. Merekalah paratrooper, atau pasukan penerjun payung.

Pembentukan pasukan ini tak lepas dari gagasan Hermann Goering, sesaat setelah melihat aksi terjun payung pasukan infantri UniSoviet-Parashyutno Desantniy Otryad (PDO), di Ukraina tahun 1935. Fallschirmjager, adalah pasukan penerjun payung yang kelak dibentuk Goering.

Dan, karena aksi perdana Fallschirmjager yang berujung kesuksesan dalam merebut benteng Eben Emael pada tahun 1941, Amerika Serikat yang awalnya skeptis terhadap pasukan payung akhirnya tertarik membentuknya. Muncullah 101st serta 82st Airbone Division, dimana mereka bersama pasukan parasut Inggris banyak berperan ketika Perang Dunia II hampir berakhir.

Kesuksesan aksi pasukan lintas udara selama Perang Dunia II, kiranya menjadi inspirasi tersendiri bagi Indonesia. Dari hal tersebut lahir Pasukan Gerak Tjepat (PGT) yang di kemudian waktu menjadi Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) AU. Selain PGT, dari matra lain seperti Angkatan Darat (AD) juga hadir pasukan dari kesatuan lintas udara (Linud) semisal dari Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Operasi lintas udara yang pernah dilakukan pun tak kalah sukses saat Perang Dunia II, sebut saja Operasi Trikora di Irian Barat dan Operasi Seroja di Timor Timur.

Bahkan karena kemampuan Indonesia dalam melakukan operasi lintas udara, yang bisa dibilang mustahil dilakukan, kekuatan militer Indonesia selalu diperhitungkan negara-negara asing. Terlebih Indonesia masuk dalam jajaran negara berkembang.





Customer Reviews:

There are yet no reviews for this product.
Please log in to write a review.


Best Seller

My-Idiot-Bro Blackberry-Girlfriend surat-kecil-untuk-tuhan
3-pocong-idiot album-bandung-tempo-doeloe growing-up-bin-laden
your-job-is-no-t-your-carier pemantapan-ujian-nasional-M bruce-lee





Kantor Pusat:

Jl. Kelapa Hijau No.22 RT 006/03 Jagakarsa
Jakarta Selatan, Indonesia
12620
Telephone: 021-78881850
Faks: 021-78881860