![]() View Full-Size Image |
U-Boat: The Battle of the Atlantic |
|
|
Price per Unit (piece):
Rp41 135
|
||
| Ask a question about this product | ||
Penulis: Ari Subiakto Ukuran: 14,5 X 21 cm Tebal: 220 hlm Penerbit: Narasi ISBN: 979-168-198-8 Harga: Rp 38.000,- Seketika itu, suasana di pelabuhan Scapa Flow menjadi ramai oleh aktivitas manusia. Sejumlah kapal pengawal mulai melakukan operasi penyelamatan, lampu-lampu sorot diaktifkan mendongak ke atas, bukannya ke permukaan air. Hampir semua pasang mata melihat ke atas, mencari pesawat pembom Jerman yang telah menyebabkan semua kehancuran ini. Rupanya mereka masih saja mengira bahwa semua itu adalah perbuatan pesawat pembom Jerman. Tidak ada seorang pun yang melihat Uboat Prien, padahal sebagian menara anjungannya masih muncul di atas permukaan air. Sekitar lebih dari satu mil dari semua kehebohan dan kekacauan itu, Prien mengamati dari atas menara anjungan kapal selamnya, detik-detik tenggelamnya Royal Oak. The Battle of the Atlantic bukan hanya merupakan pertempuran dua kekuatan angkatan laut, antara kapal tempur (battleship) melawan kapal selam. Tetapi, juga merupakan pertempuran ekonomi, di mana armada U-boat (kapal selam) Jerman berusaha mengisolasi daratan Inggris secara ekonomi dengan menghancurkan armada kapal dagangnya. U-boat yang dianggap sebagai mesin perang laut yang primitif dan bermasalah, akhirnya membuktikan efektivitas dan efisiensinya di medan tempur. Bila hanya sebuah U-boat ukuran kecil yang diawaki sekitar 40 orang, mampu menenggelamkan kapal tempur berat berukuran besar bersama ratusan awaknya, seperti Royal Oak, maka apa yang bisa dilakukan oleh sebuah armada U-boat berkekuatan besar? Potensi ini disatukan dalam satu armada U-boat berkekuatan besar laut dikerahkan secara massal untuk membantai habis kapal-kapal Sekutu di perairan Atlantik, maka ide untuk menghancurkan armada AL Inggris bukan lagi hanya mimpi. Menurut sejumlah ahli dan pengamat militer dunia sesudah Perang Dunia II, armada U-boat Doenitz ternyata mencatat kesuksesan tertinggi selama pembukaan perang dan hampir membuat pihak Jerman sebagai pemenang perang. Karena dengan kekuatan armada yang begitu kecil, U-boat Jerman pimpinan Doenitz mencatat prestasi yang sangat besar. Buku ini mencoba membedah sepak terjang armada U-boat di kancah Perang Atlantik. Dengan gaya penceritaan yang heroik tentang keberanian para awak U-boat, serta pengambaran peristiwa-peristiwa besar di medan pertempuran secara apik akan membuat Anda bertahan untuk membaca keseluruhan isi buku ini. |
||
|
|
||
Customer Reviews:There are yet no reviews for this product.Please log in to write a review. |
||
Recently Viewed Products
- Teuku Umar (Category: Sejarah dan Geografi)
- Sultan Iskandar Muda (Category: Sejarah dan Geografi)
- Misteri Kota Atlantis dan Masa Depan Indonesia (Category: Sejarah dan Geografi)
- Menguak Menguak Sejarah Timah Bangka-Belitung (Category: Sejarah dan Geografi)
- Mein Kampf (Category: Sejarah dan Geografi)





























































































































































































































































![Sistem Kebut Semalam [SKS] Soal-soal CPNS](http://distributorsukabuku.com/components/com_virtuemart/shop_image/product/resized/Sistem_Kebut_Sem_4c592efd97d34_90x90.gif)



























![Sistem Kebut Semalam [SKS] SNMPTN Saringan Nasional Masuk Pergu](http://distributorsukabuku.com/components/com_virtuemart/shop_image/product/resized/Sistem_Kebut_Sem_4c15daeb99505_90x90.gif)
![Sistem Kebut Semalam [SKS] SNMPTN IPA](http://distributorsukabuku.com/components/com_virtuemart/shop_image/product/resized/Sistem_Kebut_Sem_4c15d578234fb_90x90.gif)



































































































































































































































